RDP DPM FEB Unila Himpun Aspirasi Mahasiswa, Siapkan Tindak Lanjut

Pilarnews (21/08/2026)— Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk menghimpun aspirasi mahasiswa terkait berbagai persoalan di lingkungan fakultas, Jumat (21/8/2026).

RDP yang berlangsung sekitar pukul 15.30 WIB di Lapangan FEB Unila tersebut dihadiri Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB, HMJ Manajemen, HIMAKTA, UKPM-PILAR, EBEC, ROIS, serta sejumlah organisasi mahasiswa lainnya.

Dalam forum tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah persoalan, mulai dari pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), pelayanan kemahasiswaan, fasilitas kampus, hingga pelayanan akademik.

Pada pembahasan PKKMB, peserta menyoroti persoalan komunikasi dan koordinasi antara birokrat fakultas dengan organisasi mahasiswa. Persoalan fasilitas kegiatan dan layanan kesehatan bagi mahasiswa baru turut menjadi perhatian.

Sementara pada bidang kemahasiswaan, aspirasi yang disampaikan meliputi akses informasi beasiswa, evaluasi penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP), mekanisme banding Uang Kuliah Tunggal (UKT), serta kejelasan aturan terkait dana kemahasiswaan.

Mahasiswa juga menyampaikan sejumlah keluhan mengenai fasilitas dan pelayanan akademik, termasuk kondisi sarana kampus, pengisian Kartu Rencana Studi (KRS), serta komunikasi dengan pihak fakultas.

Ketua Dewan DPM FEB Unila Periode 2026, Dava Pramudia Mahaparana, mengatakan RDP digelar sebagai wadah untuk menampung persoalan dan aspirasi mahasiswa yang perlu ditindaklanjuti.

“Tujuan dari RDP sendiri ini untuk memecah masalah yang ada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, terutama aspirasi-aspirasi yang sudah disampaikan,” ujar Dava.

Dava mengatakan seluruh aspirasi yang terkumpul akan dikaji terlebih dahulu oleh DPM FEB sebelum masuk ke tahap tindak lanjut.

“Setelah rapat ini selesai, kami kaji dulu semua aspirasi dari kawan-kawan. Setelah kami kaji, bakal kami adakan RTL (rapat tindak lanjut),” katanya.

Hasil kajian tersebut nantinya akan diserahkan kepada BEM FEB untuk ditindaklanjuti melalui audiensi dengan pihak birokrat kampus. Organisasi mahasiswa yang berkaitan dengan persoalan yang dibahas juga akan dilibatkan dalam proses tersebut.

Apabila audiensi belum menghasilkan penyelesaian, Dava mengatakan DPM FEB dapat mendorong konsolidasi bersama organisasi mahasiswa untuk menentukan langkah selanjutnya.

Dava berharap pihak dekanat dapat memberikan respons terhadap aspirasi yang disampaikan mahasiswa melalui RDP sehingga berbagai persoalan di lingkungan FEB dapat ditindaklanjuti.

Teks: Reno Khairul Mubin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *