
Pilarnews(11/09/26) – Konsolidasi internal yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Lampung (BEM Unila) di Balai Rektorat Unila, pada Kamis (10/09), molor dari jadwal yang tercantum dalam selebaran undangan. BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unila yang sempat hadir kemudian meninggalkan lokasi sebelum konsolidasi dimulai.
Berdasarkan pantauan Pilar Ekonomi, konsolidasi yang dijadwalkan berlangsung pukul 16.40 WIB tersebut belum dimulai ketika perwakilan BEM FEB tiba di lokasi. Setelah menunggu, perwakilan BEM FEB kemudian meninggalkan lokasi pada pukul 17.16 WIB. Konsolidasi selanjutnya berlangsung hingga sekitar pukul 19.30 WIB.
Ketua Umum BEM Unila, Aditya Putra Bayu, mengatakan dirinya sempat berkomunikasi dengan Ketua Umum BEM FEB. Namun, ia mengaku baru mengetahui bahwa perwakilan BEM FEB meninggalkan lokasi setelah kegiatan selesai, saat diwawancarai rekan media.

Baca juga:
RDP DPM FEB Unila Himpun Aspirasi Mahasiswa, Siapkan Tindak Lanjut
Rapat Tindak Lanjut Bahas Sejumlah Persoalan di Lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis
“Tadi juga kan ada beberapa kawan [mahasiswa] dari FEB yang tetap berada di lokasi untuk menyampaikan aspirasi mereka. Nanti akan saya telusuri lebih lanjut apa permasalahannya, karena saat ini saya belum mengetahuinya,” ujar Aditya.
Ia menyebut akan menghubungi pihak terkait untuk mengetahui persoalan tersebut dan menjadikannya bahan evaluasi untuk konsolidasi berikutnya.
Salah satu perwakilan BEM FEB yang meninggalkan lokasi, Risandi menyatakan kekecewaan atas tidak adanya kejelasan dari pihak penyelenggara, “ngga ada kejelasan, jadi buat apa kita ngurusin yang ga jelas” ucap sandi
Konsolidasi tersebut menjadi ruang bagi sejumlah elemen mahasiswa untuk menyampaikan dan membahas aspirasi yang berkembang di lingkungan kampus. Dalam pelaksanaannya, sejumlah perwakilan organisasi mahasiswa hadir dan mengikuti pembahasan hingga kegiatan berakhir.
Aditya mengatakan hasil dari konsolidasi akan menjadi bahan untuk menentukan langkah selanjutnya terkait aspirasi mahasiswa. Pembahasan tersebut juga menjadi bagian dari upaya BEM Unila menghimpun pandangan dari berbagai elemen mahasiswa sebelum menentukan sikap bersama.
Text: Reno Khairul Mubin | Penyunting : Aris Krisna Setiawan