Imbas Erupsi Anak Krakatau, Unila Terapkan Kuliah Daring

Tangkapan layar pesan pengumuman pasca-erupsi gunung anak krakatau atas nama Rektor Universitas Lampung (06/09). Aris Krisna Setiawan/Pilar Ekonomi

Pilarnews (06/09/2026) – Imbas debu vulkanik pasca-erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK), Rektor Universitas Lampung memberlakukan sistem perkuliahan daring di seluruh Unila selama dua hari, Senin dan Selasa 07-08 september. Kebijakan ini disampaikan Rektor Unila, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, DEA., Asean. Eng., melalui pesan yang ditujukan kepada jajaran pimpinan Unila pada Minggu (06/09). Rektor menyebutkan bahwa surat resmi terkait kebijakan ini akan dikirimkan menyusul pada Senin (07/09).

Sebelum arahan dari Rektor ini beredar, kebijakan serupa lebih dulu disampaikan di lingkup Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unila melalui pesan yang diteruskan dosen ke grup kelas pada hari yang sama. Pilar Ekonomi telah mengonfirmasi keaslian pesan tersebut kepada dua dosen berbeda yang meneruskan isi pengumuman yang sama ke mahasiswanya.

Tangkapan layar pesan pengumuman pasca-erupsi gunung anak krakatau atas nama wakil dekan 1 Feb Unila (06/09). Aris Krisna Setiawan/Pilar Ekonomi

Dalam pesan resminya, Rektor menginstruksikan agar perkuliahan pada Senin dan Selasa dapat dilaksanakan secara daring sambil memantau perkembangan erupsi GAK. Selain itu, jajaran pimpinan diminta tetap masuk kerja dan memastikan layanan serta pembelajaran tetap berjalan dengan baik. Tenaga kependidikan (tendik) diminta diatur secara bergantian agar pelayanan tidak terganggu, sementara tenaga kebersihan dan keamanan diminta tetap bertugas seperti biasa.

“Bagi petugas kebersihan agar dapat selalu membersihkan debu secara berkala dan memastikan lingkungan tetap bersih,” demikian salah satu poin dalam pesan tersebut.

Secara teknis, di lingkup FEB Unila, perkuliahan daring ini dapat dilaksanakan melalui platform VClass, Zoom, Google Meet, atau platform lain yang disepakati dosen dan mahasiswa. Jadwal, presensi, dan aktivitas pembelajaran tetap mengikuti ketentuan yang berlaku, dengan program studi dan dosen diminta menyampaikan platform maupun tautan perkuliahan kepada mahasiswa sebelum sesi kelas dimulai.

Rektor menyebutkan bahwa penyesuaian lebih lanjut akan diinformasikan sesuai perkembangan kondisi GAK. Hingga berita ini diturunkan, kebijakan tersebut baru beredar melalui pesan tertulis kepada jajaran pimpinan dan grup akademik, sementara surat resmi dari Rektorat dijadwalkan terbit pada Senin (07/09).

Status Siaga Anak Krakatau Jadi Latar Kebijakan

Kebijakan kuliah daring Unila ini diambil di tengah peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang berstatus Level III atau Siaga sejak 2 Juli 2026. Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM, gunung api yang berada di Selat Sunda dan secara administratif masuk wilayah Kabupaten Lampung Selatan itu mengalami erupsi menerus sejak Jumat (04/09) pukul 23.07 WIB, disertai fenomena lava fountain dan suara gemuruh.

PVMBG merekomendasikan agar masyarakat, pengunjung, maupun wisatawan tidak mendekati kawah aktif dalam radius tiga kilometer. Sebaran abu vulkanik akibat erupsi ini turut dilaporkan meluas hingga sebagian wilayah Jabodetabek, bergantung pada arah dan kecepatan angin di sekitar Selat Sunda.

Kebijakan kuliah daring Unila menjadi salah satu langkah antisipasi di tingkat kampus untuk menjaga keselamatan sivitas akademika di tengah dinamika erupsi yang masih berlangsung.

Teks : Aris Krisna Setiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *