GEMA Jurnalistik 2025: “Pers Merdeka, Ekonomi Berdaya” Wujudkan Literasi Ekonomi dan Pers yang Berpihak di Era Digital 5.0

Sumber: dok. Pilar Ekonomi

Bandar Lampung, 29 Oktober 2025 – Unit Kegiatan Penerbitan Mahasiswa Fakultas (UKPM-F) Pilar Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung sukses menyelenggarakan kegiatan tahunan GEMA Jurnalistik 2025 pada tanggal 28–29 Oktober 2025. Mengusung tema “Pers Merdeka, Ekonomi Berdaya: Menjawab Tantangan SDGs di Era Digital 5.0”, kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa dan masyarakat umum untuk memperkuat literasi ekonomi serta peran jurnalisme dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Tema “Pers Merdeka, Ekonomi Berdaya” merefleksikan semangat kemerdekaan pers yang idealnya berpihak pada kepentingan publik, khususnya masyarakat ekonomi kecil dan marginal. Dalam konteks era digital 5.0, ketika teknologi semakin terintegrasi dengan kehidupan sosial-ekonomi, kemerdekaan pers tidak hanya berarti bebas menyuarakan kebenaran, tetapi juga berdaya untuk memberdayakan ekonomi rakyat melalui informasi yang akurat, inklusif, dan berbasis data.


Sementara itu, frasa “Menjawab Tantangan SDGs di Era Digital 5.0” menunjukkan komitmen UKPM-F Pilar Ekonomi untuk menjadikan jurnalisme sebagai bagian dari upaya mencapai Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam aspek pengurangan ketimpangan, pendidikan berkualitas, serta pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan.

GEMA Jurnalistik 2025 terdiri dari beberapa rangkaian acara, antara lain:

  • Seminar Nasional,
  • Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa Tingkat Dasar (PJMTD), 
  • Lomba we Nasional, dan 
  • Pameran Karya Jurnalistik.

Seminar nasional yang dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai daerah ini menghadirkan dua narasumber inspiratif, yaitu Bobby Irawan, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, serta Martin Tobing, Redaktur IDN Times. Dalam paparannya, kedua pemateri membahas isu “Mitigasi Ketimpangan Ekonomi di Era Digital 5.0: Urgensi Literasi Media dan Peran Pers bagi Masyarakat Marginal”. Diskusi ini menyoroti pentingnya kolaborasi antara sektor media, pemerintah, dan masyarakat untuk mendorong pemerataan ekonomi di tengah derasnya arus digitalisasi.

Selain seminar, Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa Tingkat Dasar (PJMTD) juga menjadi sorotan utama. Mengusung tema “Aplikasi Peliputan Berbasis Data dan Videografi dalam Pemberitaan Isu Ekonomi dan SDGs”, pelatihan ini menghadirkan Wakos Reza Gautama (Redaktur Suara.com) dan Rizqi Fiesta (Videografer Lampung Geh). Melalui pelatihan ini, peserta dibekali kemampuan praktis dalam pengolahan data, visualisasi berita, serta teknik videografi yang relevan dengan tantangan jurnalisme digital saat ini.

Kegiatan PJMTD dan Seminar Nasional turut diramaikan dengan pameran jurnalistik, yang menjadi pameran perdana di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung. Dalam pameran tersebut, dipamerkan berbagai karya liputan dan lukisan hasil kolaborasi antara peserta serta anggota UKPM-F Pilar Ekonomi. Pameran yang terbuka untuk umum ini mendapat sambutan antusias dari mahasiswa dan sivitas akademika FEB Unila.

Meneguhkan Peran Pers Mahasiswa

Melalui GEMA Jurnalistik 2025, UKPM-F Pilar Ekonomi menegaskan peran pers mahasiswa sebagai agen perubahan yang tidak hanya menyuarakan isu sosial, tetapi juga turut serta dalam membangun kesadaran ekonomi berkelanjutan dan kritis terhadap perkembangan digitalisasi.

Ketua Pelaksana GEMA Jurnalistik 2025, Mahesa Ronal, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi ruang belajar dan refleksi bagi generasi muda agar lebih peka terhadap isu ekonomi serta mampu menghadirkan jurnalisme yang berdaya guna bagi masyarakat.

“Melalui semangat Pers Merdeka, Ekonomi Berdaya, kami ingin mengajak mahasiswa untuk tidak sekadar menulis berita, tetapi juga menghadirkan makna, menggugah kesadaran, dan berkontribusi pada pembangunan yang inklusif,” ujarnya.

Dengan terlaksananya GEMA Jurnalistik 2025, UKPM-F Pilar Ekonomi terus berkomitmen menjadi ruang tumbuh bagi jurnalis muda yang kritis, kreatif, dan berpihak pada kebenaran serta kesejahteraan publik di tengah tantangan era digital 5.0.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *