Site icon Pilar Ekonomi

Lokakarya BEM U Unila: Dari Forum Diskusi Menuju Aksi Nyata dan Sinergi Pengawasan

suasana pada kegiatan lokakarya BEM U periode 2026
Reporter: Reno Khairul Mubin

Bandar Lampung, Sabtu (25/4/2026) –  Lokakarya Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM U) Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Lampung (KBM Unila) telah resmi digelar pada sabtu (25/04) oleh Dewan Perwakilan Mahasiwa (DPM U) KBM Unila sebagai langkah awal merumuskan arah gerak organisasi selama satu periode ke depan. Kegiatan yang berlangsung di Gedung D1 Fakultas Hukum ini tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga ditekankan sebagai pijakan menuju implementasi program kerja yang konkret.

Presiden Mahasiswa BEM U, Aditya Putrabayu, menegaskan bahwa hasil lokakarya akan dituangkan dalam rencana strategis (Renstra) yang menjadi pedoman utama dalam menjalankan program kerja. Ia menekankan pentingnya memastikan bahwa pembahasan dalam forum tidak berhenti sebagai wacana semata.

“DPM melakukan monitoring selama satu tahun ke depan agar arah gerak BEM tidak berhenti di forum saja,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, BEM U akan memperkuat sinergi dengan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) sebagai lembaga pengawas. DPM berperan dalam melakukan monitoring dan evaluasi terhadap jalannya program kerja selama satu periode, sekaligus menciptakan mekanisme check and balance yang melibatkan mahasiswa lintas fakultas.

Aditya juga menyoroti pentingnya keterlibatan seluruh elemen mahasiswa dalam mengawal jalannya organisasi. Menurutnya, arah gerak BEM tidak dapat hanya bertumpu pada internal pengurus, melainkan harus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas.

“Arah gerak BEM ke depan tidak hanya terpusat pada DPM dan Renstra saja, tapi juga melibatkan stakeholder mahasiswa lainnya,” jelasnya.

Selain itu, BEM U mengusung program “Kita Guyub” sebagai upaya memperkuat konsolidasi internal mahasiswa. Program ini difokuskan pada membangun komunikasi dan kedekatan antar mahasiswa agar tercipta ruang diskusi yang lebih terbuka dan kolaboratif.

“Solidkan dulu kita dari dalam, baru kita bisa bergerak keluar,” tambahnya.

Ia juga menilai bahwa masa jabatan organisasi mahasiswa yang relatif singkat menuntut efisiensi dalam pelaksanaan program. Oleh karena itu, BEM U berupaya meminimalisir tahapan sosialisasi yang berlarut-larut dan langsung mendorong implementasi program kerja.

“Kita jangan terfokus pada sosialisasi-sosialisasi, kita fokus pada aksi saja,” tegasnya.

Melalui lokakarya ini, BEM U berharap seluruh mahasiswa dapat turut mengawasi dan membersamai jalannya program kerja selama satu periode ke depan. Dengan keterbukaan informasi sejak awal, diharapkan proses implementasi dapat berjalan lebih efektif dan berdampak nyata bagi mahasiswa Universitas Lampung.

 

Teks: Reno Khairul Mubin.

Exit mobile version